Senin, 10 Oktober 2011

Pengalaman melihat Orbs

Wisma B*****a Cipayung Bogor, Kamar 22, 6 – 8 Oktober 2011. (Nama Wisma saya rahasiakan atas permintaan seperti di tulis di bawah ini).

Awalnya kami mengerjakan tugas, hingga jam 23.30. Ini tugas kelompok per sekolah yang terdiri dari sembilan orang (3 jurnalis, 3 OSIS, 3 pramuka/PMR). Tim Jurnalis sedang mengetik. Tim OSIS sedang merancang proposal dengan Pak Rahidin, dan Pramuka/PMR sedang ke lantai 3.

Salah satu dari kami mengajak ke lantai 3. Akhirnya semua ke lantai 3 lalu foto-foto di sana.  Kami foto2 sambil heboh (ribut). Biasa waktu foto ada yang iseng, dan sebagainya. Lalu kami kembali lagi mengerjakan tugas di lantai 2. Yang memotret kalau tidak salah Mardiana. Dia tanya, kok hasil fotonya ada putih-putihnya.

Nadia, di lantai 2 foto-foto juga di depan kamar 22. Hasilnya banyak sekali ada warna putih di hasil fotonya. Paling besar ada di pohon kelapa. Di cemara banyak yang kecil2. Nadia tanya ke Evan. Apaan tuh putih2? Evan panik tanya itu foto di mana, kok bisa begitu hasilnya. Evan bilang itu Orbs, dan menjelaskan apa itu orbs.  Lalu semuanya panik dan keluar kamar. Fadzlu yang sudah mengantuk pun jadi melek lagi. Aku keluar terakhir.

Aku tanya ada apa. Belum sempat dijawab, aku melihat ada sesuatu yang seram di luar. Aku tidak bisa menjelaskan secara persis. Tapi teman lainnya tidak ada yang melihat. Di atas pohon kepala ada sesuatu. Warnanya samar abu kehitaman, bentuknya tidak jelas campuran antara manusia, hewan, dan tumbuhan. Lalu di antara kami jadi heboh lalu masuk kembali ke kamar.

Waka yang datang dari luar mengagetkan kami. Lalu kita cerita2. Waka cerita di kamar 24 ada ribut-ribut, taunya tidak ada apa-apa. Waka bilang dia sempat beberapa kali mendengar suara2 tidak jelas di kamar perempuan, di kamar mandi kamar 22 dan 23. Nadia lalu komentar “ kamu sih gara-gara bilang Waka pengen liat pocong”.

Aku duduk di kasur tengah (di kamar ada 3 kasur berderet. Aku merasakan ada yang mendorong ke arah kasur dekat pintu. Aku merasa di situ ada sesuatu. Lalu Evan mengajak berfoto di dalam kamar. Benar saja yang aku rasakan. Ternyata di foto itu benar ada orbs juga. Tepat di tempat aku tadi merasa didorong.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang memanggil menyuruhku ke belakang. Aku lalu menuju ke belakang tapi tidak berani dan kembali lagi. Lalu aku mengajak Nadia. Di belakang aku membuka pintu. Aku melihat mereka ada di balkon 22 tapi lantas aku tutup lagi karena tidak berani.

Ternyata para laki2 saat itu pada belum shalat Isya, lalu mereka shalat bareng2. Tapi mereka shalatnya di atas kasur :D . Mereka shalat sambil bercanda sehingga batal beberapa kali.

Setelah shalat teman-teman nonton tv. Aku duduk di kursi. Kurang lebih pukul 02.00 cewe2 mau pada tidur, kami pergi ke kamar 24. Cowo di kamar 22. Cowo2 yang di kamar 23 pindah semua ke kamar 22.

Di kamar 24 kami mau packing tapi tidak jadi. Di kasur aku tidur sendiri, tapi rasanya ada yang ada di samping aku. Aku merasa ada 2 mahluk yang berbicara kepada aku. Aku merasa mereka menyebut diri mereka dengan nama Mia dan Nisa. Meraka minta agar kami tidak mengganggu mereka. Kami dianggap mengganggu karena keributan yang kami lakukan, makanya mereka mengganggu kami. Mereka berdua minta agar kami tidak menyebarluaskan hal ini.

Demikianlah sekilas pengalaman unikku melihat Orbs dan perjumpaanku dengan Mia dan Nisa.

Rewritten by: papa, based on interview to me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar